Tak sabar menunggu esok
agaknya terkabulkah harapan
terleraikah keresahan
seperti dijanjikan
Esok
mata akan menjadi saksi
jari jemari tak sabar menggenggam
makna sebuah harapan
dalam bentuk kertas berwarna
biru sudah semestinya
merah terselit jua
dari mesin autoteller
Pastinya esok
walau tak sebanyak mana
boleh lupakan serabut kepala seketika
sebelum kembali pada skrip asalnya
menunggu dengan sabar berbekal didada
walau pahit ku tempuh jua
bukan rela bukan terpaksa
cuma peluang belum terbuka
masih berdebar dalam jiwa
menanti hari.....
E.S.O.K.
Friday, April 23, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment